Meskipun adanya retakan pada struktur beton bangunan terlihat seperti sebuah pemandangan yang “normal”, jangan sampai Anda menyepelekannya, ya! Baik itu pada struktur beton rumah, bangunan kantor, maupun bangunan komersial lainnya, retakan pada permukaan dinding harus segera ditangani secepatnya. Nah, solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan prosedur yang disebut sebagai injeksi beton.

Munculnya retakan tersebut umumnya dipicu oleh adanya penyusutan karena beton yang mengering, pergerakan panas, atau penyebab lainnya yang secara umum sepele, namun memicu beberapa masalah yang lambat laun jadi serius. Salah satu dampak retakan pada struktur beton adalah kebocoran atau rembesan air, yang disebabkan oleh pelebaran retakan dari waktu ke waktu. Lebih parah lagi, hal tersebut pun berakibat pada hilangnya kekuatan struktur bangunan.

Bagaimana Cara Kerja Injeksi Beton dalam Memperbaiki Struktur?

Prosedur injeksi dilakukan dengan tujuan untuk mengisi atau menambal retakan dari depan sampai belakang dengan material yang digunakan dalam proses injeksi beton ini, Metode terbaik dalam melakukan prosedur injeksi beton adalah melakukannya dalam tekanan rendah dan secara perlahan. 

Dengan demikian, material injeksi pun akan dapat masuk ke dalam jalur retakan dengan baik serta mengisi ruang yang ada di sela-sela retakan. Apabila dilakukan dengan baik dan benar, prosedur injeksi beton ini pun bisa kembali “mengikat” struktur beton pada bangunan, plus mengembalikan kekuatannya agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah. 

Seperti Apa Proses Penggarapan Injeksi Beton?

Secara umum, terdapat 3 (tiga) tahapan dalam proses injeksi beton. Berikut ini penjelasannya.

  1. Persiapan tempat.

Pada dasarnya, apapun pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan, tahapan ini pasti tidak akan pernah terlewat. Dalam tahap persiapan tempat atau area ini, pada dasarnya Anda perlu membersihkan area tempat injeksi beton akan dilakukan dari objek atau benda apapun yang dirasa akan dapat menghalangi atau mempersulit pekerjaan injeksi beton nantinya.

Selain itu, pada tahap ini Anda juga perlu mengondisikan beton, terutama permukaan di sekeliling retakan. Bersihkan area tersebut agar nanti material yang diinjeksikan dapat merekat dengan baik pada beton. Misalnya dengan menyingkirkan lumut yang sudah terlanjur tumbuh pada area retakan, dan sebagainya. Kalau sudah, tandai garis retakan sebagai patokan.

Jika tempat atau area yang akan diinjeksi sudah selesai Anda kondisikan, tahapan berikut adalah mempersiapkan alat yang akan Anda gunakan untuk prosedur injeksi beton ini. Bahkan, penggunaan alat yang tepat dan persiapan alat yang baik adalah salah satu kunci sukses penting dalam proses injeksi beton ini, terutama untuk menjamin kelancaran pekerjaan dan kualitas hasil injeksi nantinya. Baik itu jenis alat yang berbentuk tembakan (gun) maupun pompa (pump), pastikan Anda mempersiapkannya dengan baik agar retakan dapat segera ditambal 

Apabila tempat dan alatnya sudah siap, Anda pun bisa langsung melanjutkan ke tahapan inti, yaitu proses penyuntikan atau injeksi beton itu sendiri. Di dalam tahapan ini, proses injeksi dilakukan dengan memanfaatkan tekanan rendah yang berasal dari mesin kompresor. Tekanan tersebut akan mengarah pada tabung adukan material injeksi untuk mendorong material tersebut agar keluar dan akhirnya masuk serta mengisi sela-sela atau celah retakan yang terdapat pada struktur beton bangunan.

Nah, dalam proses injeksi ini, justru tekanan yang rendah jauh lebih bagus. Pasalnya, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tekanan rendah malah akan membantu material injeksi beton agar dapat mengisi ruang atau celah di sela-sela retakan dengan jauh lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *